STRATEGI MENGATUR POLA BELANJA RUMAHTANGGA MASA PANDEMI COVID 19 DAN MASA NEW NORMAL

Hj Aida Vitria SE,MM.

Strategi dalam Bahasa Indonesia, yaitu ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa (dari segi bangsa) untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam berperang atau damai

Strategi pada dunia pendidikan, contoh saat sekarang kita belajar menggunakan google memberikan solusi dengan aplikasi

Strategi dalam bisnis (pemasaran), rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang yang didasarkan pada minat pasar, penilaian lingkungan, rencana produk, promosi, penjualan distribusi.

Strategi dalam bisnis, Tujuan : untuk masuk persaingan dengan memenangkan persaingan tersebut. Asumsi : sesuaikan kebutuhan dengan kemampuan perusahaan Dalam keluarga, mengelola keuangan juga perlu strategi, kenapa? Tujuannya agar tidak ada gali lobang tutup lobang.

Merebaknya pandemic Covid-19 ini begitu mempengaruhi kehidupan banyak orang dari segi kesehatan, pendidikan, termasuk ekonomi. Jumlah kasus terus bertambah membuat laju sebuah bisnis melambat, apalagi dengan msyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah (aturan pemerintah dengan PSBB) seperti liburan dan belanja.

Roda perekonomian melambat, pasar lesu, omzet menurun, begitu pula dengan produktivitas.

Pandemi Covid-19 ini rupanya tidak hanya menimbulkan ancaman bagu kesehatan dan jiwa masyarakat, lebih dari itu Covid-19 juga  memicu gelombang PHK dikalangan pekerja.

Hal ini tentu akan membuat pekerja khawatir dengan kondisi masa depan keuangan mereka, karena sampai saat ini penyebaran wabah Covid-19 belum diketahui sampai kapan akan berakhir, walaupun kita sudah memasuki masa New Normal, tapi tidak bisa normal seperti sedia kala.

Secara otomatis situasi tersebut dapat menghantap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan pada lingkup terdekat yaitu keluarga..

Apa saja dampak keuangan keluarga saat ini :

-Awal pandemic yaitu pertengahan maret sekitar 17 maret pemerintah mengeluarkan aturan agar masyarakat tetap berada di rumah yang artinya bekerja di rumah, belajar di rumah yang tujuannya untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan memutus mata rantainya. Dengan aturan ini bekerja pun di rumah, belajar pun (anak kita) dilakukan di rumah, bukan tak mungkin bahwa dengan adanya wabah ini membuat pendapatan seseorang jadi berkurang. (kemaren ada curhat kawan yang bekerja di sektor swasta/pelaku usaha, akibat orang tidak berani keluar, maka pendapatannya berkurang).

Tak hanya itu, pandemi ini juga memicu harga pokok jadi meningkat disbanding sebelumnya. Kebutuhan pokok dengan harga naik akan berdampak pada keuangan keluarga. Dengan pengeluaran yang semakin meningkat ini pula berarti ada penurunan diekonomi setiap masing-masing keluarga.

Ada beberapa hal/skema yang perlu kita perhatikan :

  • Setiap orang berusaha meanjaga satu sama lain agar terhindar dari wabah ini, sehingga saat keluar rumah berbelanja kebutuhan pokok menjadi berlebihan (panic buying)
  • Harga pokok menjadi naik
  • Ekonomi melemah akibat dampak Covid-19 ini
  • Pendapatan perusahaan menurun drastis, namun biaya pengeluaran tetap terjadi
  • Perusahaan mulai melakukan efesiensi
  • Terjadi PHK
  • Daya beli mengalami penurunan
  • Ekonomi beresiko semakin melemah
  • Perencanaan keuangan disetiap keluarga pun mengalami perubahan

Tak hanya pekerja, pandemic Covid-19 juga membuat geliat bisnis, pelaku usaha, termasuk UMKM lesu, padahal kalau kita tengok kebelakang krisis tahun 1998 sektor UKM bisa bertahan, tetapi ada juga bisnis yang diuntungkan dengan kondisi ini, missal perusahaan farmasi, apotik-apotik. Data kementrian TK mencatat sudah lebih dari 1 juta pekerja yang kena PHK.

Sambil menunggu bantuan apa-apa saja yang didapat dari pemerintah, kini setiap keluarga harus bersiasat dengan meminjam kembali anggaran belanjanya, demi bisa bertahan, survival hingga pandemi berakhir. Karena pandemi tidak hanya mengancam kesehatan jiwa, tapi juga mengancam kesehatan keuangan keluarga.

Bagaimana sebaiknya mengatur keuangan keluarga saat pandemi dan new normal? Mengelola keuangan rumah tangga gampang-gampang susah. Ada saja kebutuhan yang membuat kita harus mengeluarkan uang melebihi anggaran. Contohnya pada saaar awal pandemi kita melakukan perlindungan dengan beli masker, handsanitizer, disinfektan, obat-obat daya tahan yang harganya pelan-pelan mulai mahal.

Ini tidak diperkirakan sebelumnya, jika kita tidak ada dana  jaga-jaga, tentu dana yang diperuntukan missal untuk kebutuhan yang lain jadi kurang. Atau selalu saja ada kesalahan yang membuat kita dan keluarga menjadi tidak bisa menabung. Salah satu kesalahannya adalah mungkin karena mengelola kurang tepat (bukan berarti pendapatan rendah bahkan sebaliknya ada individu dengan pendapatan tinggi masih belum bisa menabung). Apalagi pada masa karantina akibat pandemi Covid-19 dan sekarang kita masuk fase new normal semua di rumah bersama keluarga kita harus pandai mengelola/menyiasati keuangan rumah tangga dengan bijak.

Semenjak kita bekerja di rumah, belajar di rumah, semua dikerjakan di rumah, kita tentu berasumsi bisa lebih irit karena uang transport tidak ada, jajan di luar berkurang, dan ini banyak berpikir bahwa ini kesempatan untuk keluarga mengencangkan ikat pinggang, selain alasan untuk kesehatan. Tapi pada kenyataannya banyak Ibu-ibu yang bicara dengan saya (karena saya juga IRT biasa) yang terjadi justru sebaliknya, kantong saya malah jebol bu! tambah boros! Kenapa bisa… selama dikarantina di rumah, terkadang ada kebosanan.. jadi untuk menghilangkan kebosanan tersebut nonton film di rumah, macam-macam drakor, dan lebih parah buka-buka situs jualan online, nah inilah yang tidak terkendali karena banyjanya oenawaran-penawaran barang yang menggoda Ibu-ibu contoh masker ada yang ditawarkan dengan harga yang tinggi dan misal beli laptop untuk belajar.

Ada beberapa trik/strategi untuk mengelola keuangan rumah tangga :

  1. Buatlah daftar kebutuhan :

Primer : Kebutuha pokok. Tagihan rutin PLN, PDAM, Wi-Fi, Asuransi, dana untuk kesehatan

Sekunder : Apakah perlu saat ini beli baju. Tunda bepergian keluar rumah/keluar kota dan alihkan misal ke tempat yang dekat-dekat saja kalau memang sudah bisa. Tundalah misal mau beli alat-alat rumah tangga/mobil

  • Kita juga perlu menetapkan perencanaan persiapan makanan keluarga beberapa hari ke depan, mulai dengan menentukan resep makanan apa yang dibuat hingga buatlah daftar belanja sendiri
  • Lakukan perbandingan hanya untuk masing-masing barang, sehingga kita bisa membeli dengan harga yang murah dan usahakan untuk mendapatkan promo misal gratis ongkir atau promosi dari market place (jika belanja online)
  • Beli dan sesuaikan semua kebutuhan secara secukupnya
  • Yakini diri sendiri bahwa kebutuhan terus tersedia di pasaran, sehingga tidak sampai berbelanja terlalu berlebihan

Dan demi tidak boros dalam keuangan keluarga kita perlu menetapkan skala :

  • Skala lebih penting
    • Kurang penting
    • Mendesak
    • Kurang mendesak

Karena pada dasarnya dalam mengelola keuangan rumah tangga itu ada 3 pokok :

  1. Transaksi = Primer, Sekunder
  2. Berjaga-jaga dalam darurat
  3. Investasi = selalu sisihkan awal bulan untuk menabung dan juga untuk berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *