Persiapan Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H

Dr. Galuh Nashrulloh Kartika MR, S,Ag.,M.Ag

Berkurban adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebagai ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Sang Maha Kuasa atas rizki yang telah diberikan. Berkurban  juga merupakan bentuk penyerahan diri dan ketundukan seorang manusia kepada Rabbnya sebagai ekspresi ketakwaan. Dasar hukum dalam menunaikan ibadah kurban dapat dijumpai pada: Q.S. Al Kautsar ayat 2, Q.S. Al Maidah Ayat 27, Q.S. Al Safat ayat 102. Selanjutnya, agar ibadah kurban menjadi amal ibadah yang tidak sia-sia, maka perlu dicermati beberapa hal berikut: 1) Secara fisik, shahibul kurban disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak tanggal 1 Dzul Hijjah, sampai datang hari penyembelihan. Memilih hewan kurban yang terbaik sesuai kemampuan, tidak cacat dan disembelih pada saat yang telah ditentukan (hari tasyrik) dengan tata cara sesuai syari’ah, berdasarkan surat al Hajj: 67. 2) Secara mental, shahibul kurban ditempa untuk meneldani Nabi Ibrahim AS, dalam hal; a) keteguhan iman, b) penyerahan diri secara total, kepatuhan, kepasrahan, ketulusan, keikhlasan dalam menerima dan melaksanakan perintah Allah SWT, c) meninggalkan sifat-sifat hewani (buruk) sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al A’raaf ayat 179 yang menyatakan bahwa manusia mempunyai sifat seperti binatang ternak (hawa nafsu), karena tidak mengunakan panca indra sebagai karunia Allah dengan sebaik-baiknya, d) dukungan seluruh keluarga untuk saling menghargai, menghormati dan saling menguatkan dalam rangka menjalankan beribadah kepada Allah SWT, d) Allah akan memuliakan siapapun yang berjuang di jalan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *