PERAN TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT DI TATANAN KEHIDUPAN BARU PANDEMI COVID-19 Achmad Rizal, S.K.M., M.Kes.

Data terkonfirmasi positif covid-19 di dunia dapat kita dilhat di website WHO, di Indonesia juga dapat diakses di Covid-19 hingga di Kalimantan Selatan data ini juga bias ditelusuri dengan mudah dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga mahasiswa semester akhir dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan mudah. Jumlah tersebut menunjukan bahwa kasus covid-19 ini masih terjadi dan  belum berakhir, walaupun keputusan pemerintah untuk memberlakukan new normal demi kestabilan ekonomi dan bidang lainnya dirasa masih belum bisa maksimal karena setiap harinya kasus covid-19 ini terus bertambah dan meningkat meskipun jumlah yang sembuh juga diiringi dengan jumlah kerkonfirmasi positif hampir sejalan, namun angka kematian juga terus bertambah dan salah satu ikhtiar yaitu  mengikuti adabtasi kebiasaan baru pada tatanan kehidupan baru dengan menerapkan dan disiplin mengikuti protocol kesehatan adalah merupakan kewajiban yang tidak hanya berdampak positif untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 tetapi juga menyelamatkan kita dari dampak negatif yang terjadi akibat wabah covid-19 ini, sehingga peran tokoh agam dan tokoh masyarakat berperang penting.

Dalam kehidupan kita sehari-hari seringkali tindakan, perbuatan bahkan gaya hidup atau live style kita dipengaruhi oleh salah satu atau beberapa tokoh agama seperti para ulama, kiyai, ustadz juga lainnya dan tokoh masyarakat yang tidak hanya tokoh formal namun lainnya yaitu selebgram dan youtuber, sehingga dalam era new normal atau tatanan kehidupan baru atau istilah yang kita kenal dengan adaptasi kebiasaan baru peran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat ini memiliki andil yang sangat besar dalam penerapan tersebut di masyarakat.

Peranan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam adabtasi kehidupan baru diantaranya yaitu : 1) Menjadi perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam melakukan upaya-upaya kesehatan khususnya pada penanganan COVID-19 era new normal,  2) Membantu  penanganan dampak COVID-19, 3) Menjelaskan  kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19, 4) Menjadi contoh bagi masyarakat dalam bertindak, 5) Ucapan dan arahan dari TOGA dan TOMA menjadi anjuran bagi masyarakat. Dengan kata lain segala bentuk perilaku tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat mengedukasi penerapan prototokol kesehatan kapanpun dan dimanapun kita berada sehingga masyarakat mengikuti protocol kesehatan secara sadar dan tanpa paksaan demi kemaslahatan bersama, semoga Allah Subhanahuwata’ala segera mengangkat pandemi ini dan kita semua bias beraktifiktas seperti sedia kala tanpa adanya kekhawatiran, Aaamiiin Ya Rabb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *