PENGUATAN KAPASITAS FKM DALAM AKREDITASI VERSI SIMAk DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Meilya Farika Indah, S.Km., M.Sc.

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Virus ini ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, China pada bulan Desember 2019. Virus ini menyebar ke hampir seluruh negara termasuk Indonesia, dan ditetapkan sebagai kegawatdaruratan kesehatan masyarakat. Intervensi upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penularan adalah dengan menerapkan pembatasan social berskala besar atau dikenal dengan PSBB di beberapa wilayah termasuk kota Banjarmasin. Kebijakan ini berdampak pada bidang pendidikan termasuk perguruan tinggi untuk melaksanakan pembelajaran daring dan bekerja dari rumah.

Meskipun demikian, kondisi pandemi ini tetap mengharuskan bagi institusi pendidikan salah satunya Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk melakukan re-akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri PT. Kes (LAMPT-KES). Akreditasi merupakan kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan Program Studi dan Perguruan Tinggi. Landasan hukum dalam melakukan akreditasi LAM PT-Kes mengacu pada Undang-undang No 12 Tahun 2012, Permendikbud No 3, 5 dan 7 tahun 2020.

Berdasarkan landasan hukum tersebut pelaksanaan akreditasi saat ini menggunakan versi system manajemen akreditasi (SIMAk) dan standar yang digunakan yaitu Sembilan kriteria, yang lebih bersifat kualitatif, dibandingkan dengan instrument 7 standar. 

Kegiatan re-akreditasi di tengah pandemi covid19, diawali dengan pembentukan tim task force dan menjalankan persiapannya dengan bekerja dari rumah (WFH) dan mengadakan rapat secara daring. Oleh sebab itu, kapasitas FKM dalam pelaksanaan re-akreditasi ini harus diperkuat dengan sumber daya yang memadai baik dari aspek manusia, dana dan sarana prasarana. Akreditasi ini dapat menumbuhkan kesadaran dan motivasi untuk memiliki budaya mutu yang bermuara pada culture of continuous quality improvement

Upaya penguatan akreditasi ini, bertujuan untuk menghasilkan lulusan kesehatan masyarakat sesuai dengan target pembangunan kesehatan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai kesehatan yang universal dengan mencanangkan “Interprofessional Education and Collaboration Practice” bagi mahasiswa kesehatan sebagai bekal dalam praktik lapangan mereka di masa depan. .

Kata Kunci: Akreditasi, Kapasitas, FKM, Pandemi, Covid19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *