PEMUDA: AGENT PERUBAHAN CEGAH COVID 19

Minggu, 28 Juni 2020

NURUL INDAH QARIATI, SKM., M.Kes.

WHO (world health organization) telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemik global seluruh dunia tak terkecuali Indonesia, dimana di Indonesia kasus terkonfirmasi positif meningkat dan terus naik dengan penyebaran yang semakin meluas. Covid -19 di Indonesia pertama kali diumumkan  secara langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Presiden pada hari senin tanggal 2 Maret 2020 yang lalu, dimana terdapat dua orang yang telah terinfeksi. Covid-19 penyebarannya sangat cepat, bermula di Jakarta sebagai episentrum menyebar provinsi di Indoesia kemudian menyebar ke 34 provinsi di Indonesia. Sampai dengan tanggal 27 Juni 2020 di Kalimantan Selatan kasus terkonfirmasi positif berada diangka 2.930 orang dengan kasus meninggal sebanyak 178 orang, dan tak terkecuali tenaga kesehatan.

Dalam penanganan kasus Covid-19 petugas kesehatan adalah garda terdepan dalam pengobatan, dan kemampuan masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan sebelum kesakitan. Penduduk Indonesia berada diangka 267,7 ribu jiwa, seluruh warga Indonesia tentunya memiliki tugas yang sama untuk menyembuhkan Indonesia secara global terbebas dari covid-19.

Dengan total penduduk berusia muda terbesar yaitu 62,6 persen, maka tidak ada alasan bagi pemuda untuk tidak mengambil peran. Pemuda adalah agent of change, pemuda adalah agent of social control, disinilah peran generasi muda sebagai sosok yang energik, dinamis dan optimis yang diharapkan untuk dapat menjadi agent cegah covid 19. Presiden pertama Indonesia Soekarno pernah berkata : Beri aku 1000 orangtua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan ku guncang dunia”.  Ini harus menjadi koreksian sekaligus tamparan bagi kita bersama bahwa di 75 tahun lalu Soekarno mengisyaratkan, tidak perlu menunggu 62,6 persen pemuda untuk menggunjang dunia.

Kembali di pandemic covid 19 era, Indonesia memanggil Pemuda. Dimanakah peran pemuda hari ini untuk Indonesia, kalau dulu kita berperang menganggkat senjata, hari ini Indonesia memanggil berperang untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Posisi pemuda sangat strategis, marilah kembali kehit’tah nilai-nilai perjuang, sebagai agent of change dan sebagai agent of social control. Dengan mengusahakan memandirikan diri sendiri dan menularkan kebaikan serta mengkampayekan protocol kesehatan. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan, seperti moto Kalimantan selatan yaitu “Bergerak”, Pemuda Kalimantan Selatan harus menjadi “penggerak”. Penggerak sebagai apa ? Penggerak pakai masker, penggerak Pshycal Distancing, penggerak cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, penggerak cukup dirumah saja jika tidak ada hal penting, penggerak makan sehat gizi seimbang, penggerak tidak merokok dan lain sebagainya. Pemuda adalah pemikir yang handal, apply teknologi, mengedukasi masyarakat melalui penggunaan social media secara massif, penggerak stop hoax, membagun solidaritas, serta menjadi relawan. Itulah pemuda hari ini, masih dengan semangat kreativitas yang tinggi, bersikap optimistis, dan memiliki kemampuan adaptif, dan sehingga mampu mengambil peran di tengah segala ancaman yang bernama covid 19.

Pemuda yang berhasil melewati “kenormalan diketidaknormalan” akan memberi sumbangsih Bonus Demografi untuk Indonesia di tahun 2024 atau 2030 nanti. Karna pemuda hari ini adalah pemuda kuat, tangguh, berdaya dan mampu, sehingga Indonesia akan benar-benar mewujudkan Bonus Demografi. Mari standing applause untuk PEMUDA.

Nurul Indah Qariati. SKM., M.Kes

Banjarmasin, 28 Juni 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *