COVID 19 DALAM PRESFEKTIF ISLAM

Ust. Khairul Anam, S.H., M.Kes.

Kesempurnaan  itu hanyalah milik Allah, segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah, tidak yang tidak di ketahui olehNya, selembar daun yang jatuh pada malam hari, ditengah kegelapan tidak ada yang terlepas dari penglihatannya, karena  Allah maha melihat  dan maha menciptakan, termasuk covid-19 ini  semuanya atas khendaknya, sebagai hambanya harusla sabar dan iktiar agar kita terhindar dari wabah tersebu, berabad yang lalu apa menjadi SOP (standard operational prosudure), oleh para ahli Kesehatan , salah satua diantaranya bagaimana kita menghindari wabah covid -19 itu adalah  pandemic  if your are  helathy, stay home ( no traveling ), keep clean ( wash and mask ). Evoid contact ( social distancing),don’t have visitor to you home , Bagaimana petunjuk dalam islam berabad yang lalu Rasulullah bersabda ‘’ kalian mendengar wabah penyakit meland asuatu negeri . maka janganlah kalian memassukinya , dan jika kalian ada di dalam negeri , maka jangan keluar untuk lari dari padanya ( HR.Bukhari ), penagamalan dari hadist  ini , memberikan sebuah kosep jitu yaitu :Caranya adalah  menanggulangi wabah pandemic dalam islam menurut ibnu Qoyyim , Hindari dan jauhi apapun yang bisa membuat anda terinfeksi wabah tersebut ( isolate ),Jaga Kesehatan dengan baik sebagai modal hidup di dunia dan akhirat /take care  of your health ,  Jangan menghirup udara yang sudah tercemar dan membawa kuman penyakit tersebut/face mask ,  Jangan mendekat atau berdekatan dengan orang yang sudah terkena penyakit/social distancing , Buanglah fikiran dan peraaan buruk jangan terpengaruh oleh ramalan , fantasi : positive thinking/optimistic, Gabungkan usaha aktif dengan iman dan tawakkal kepada Allah tidak fatalistic dan tidak pula angkuh, Mengambil keputusan dan pilihan yang rasional dengan mempertiimbangkan maslahat dan mudharat/ akibat buruknya,  Lakukan tiga pendekayan sekaligus kehati- hatian ( hadzar) penjagaan dan pencegahan (himyah)dan larangan (nahy) memaparkan resiko infeksi yang membinasakan ¸  Melakukan edukasi(ta,lim) dan penerapan sanksi (ta,dhib) bagi yang melanggar aturan.

Kekerdilan dan kedhoifan dan ketidak mampuan seorang manusi  menggambarkan betapa tidak  berdayannya manusia, insya Allah  semuga ada hikmah yang  baik  yang kita sendiri tidak mengetahuinya, Semuga  banyak orang berbuat kebaikan , tentunya lebih banyak oarng berbuat kebaikan , maka semakin  banyak contoh yang orang lain akan mencontoh  kebaikan  apa yang kita lakukan .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *