Atasi Masalah Belajar Daring, Pakar Pendidikan Uniska Usul Pemerintah Siapkan Infrastruktur E-Learning

SEJAK diberlakukan Maret 2020 silam untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19, aktivitas pembelajaran daring diakui masih banyak menimbulkan banyak polemik.

DI lapangan, ditemui sederet problem berupa mahalnya biaya kuota internet, kegiatan belajar mengajar digelar secara terpisah melalui berbagai aplikasi, hingga minimnya kemampuan orang tua untuk memberi materi tambahan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pakar Pendidikan dari Universitas Islam Kalimantan (UNISKA),  Jarkawi, mendorong pemerintah untuk membuat infrastruktur pendidikan berupa e-learning yang lebih komprehensif.

Infrastruktur e-learning yang ia maksud bertujuan untuk menyatukan materi ajar, sehingga tak lagi berhamburan.

Dia mencontohkan, aktivitas belajar daring yang dilakukan secara terpisah seperti pada Zoom maupun Google Meet cenderung membuat murid kesulitan menyerap pembelajaran.

“Fasilitas E-learning bisa diakses kapan pun dan di manapun. Tidak terbatas dalam pertemuan Zoom ataupun Google meet.  Apalagi secara kurikulum sama, sehingga satu materi e-learning bisa digunakan secara bersama-sama, untuk jenjang bagi SD,SMP hingga SMA,” ucap WR I Uniska ini.

Jarkawi mengatakan Uniska siap membantu pemerintah untuk menyediakan infrastruktur E-learning. “Kita siap membatu dinas pendidikan, untuk menyediakan perangkat dan sistem E-learning,” tandas Jarkawi. (jejakrekam) https://jejakrekam.com/wp-content/uploads/2020/08/asasa.jpeg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *